Rabu, 27 Juni 2012

finger print



Tes STIFIn dilakukan dengan cara men-scan kesepuluh ujung jari Anda, mengambil waktu tidak lebih dari 1 menit.

Sidik jari yang membawa informasi tentang komposisi susunan syaraf tersebut kemudian dianalisa dan dihubungkan dengan belahan otak tertentu yang dominan berperan sebagai sistem-operasi dan sekaligus menjadi mesin kecerdasan anda.

Lebih jauh lagi dari susunan syaraf tersebut masih dapat diprediksi letak dominasi mesin kecerdasan Anda ada di irisan otak berwarna putih atau di irisan otak berwarna abu-abu, sehingga mesin kecerdasan anda memiliki kemudi introvert (i) atau ekstrovert (e).

Mesin kecerdasan dengan kemudi i atau e inilah yang kemudian disebut sebagai personaliti. Mesin kecerdasan dan personaliti ini keduanya genetik tidak pernah berubah sepanjang hidup anda. Namun demikian terdapat banyak lagi personaliti-personaliti lain yang tidak genetik dan dapat berubah.

Salah satu contohnya seperti sifat (traits) Introvert (disingkat I besar) dan Ekstrovert (disingkat E besar). I dan E sebagai sifat (traits) memang dapat berubah, sedangkan i dan e sebagai kemudi mesin kecerdasan adalah genetik dan tidak dapat berubah. Tes STIFIn mampu menyimpulkan mana yang genetik dengan terlebih dahulu menyingkirkan semua variabel yang bisa berubah (karena tidak genetik).

Konsep STIFIn diperkenalkan oleh Farid Poniman dengan mengkompilasi dari teori-teori psikologi, neuroscience, dan ilmu SDM. Prinsip besarnya mengacu kepada konsep kecerdasan tunggal dari Carl Gustaav Jung.

Tes ini memiliki reliabilitas yang tinggi. Tes yang dilakukan mulai dari usia anak tiga tahun hasilnya akan sama jika diulang kembali pada usia berapapun.


TIPE MESIN KECEERDASAN





Sensing Introvert

Sensing Introvert  (Si)
Dalam keseharian profil orang S, sebagai berikut
  • Berpijak pada yang nyata dan aktual
  • Mengolah informasi berdasarkan panca indera
  • Lebih berminat pada aplikasi praktis
  • Faktual dan memperhatikan detil
  • Menguraikan peristiwa secara urut
  • Orientasi pada masa kini
  • Menyerap gagasan  secara bertahap
  • Menyukai kesempatan untuk praktek
  • Mengandalkan pengalaman
  • Pola bicara yang jelas dan teratur
  • Pikiran yang terangkai – satu diikuti yang lainnya
  • Berpikir linear, menggunakan fakta dan contoh yang jelas
  • Menggunakan bahasa sebagai alat  komunikasi
  • Lebih memahami tubuhnya
  • Tertarik pada pekerjaan yang membutuhkan kepraktisan
  • Menyukai cerita non fiksi
  • Memasukan detail dan fakta
  • Mengingat masa lalu dengan akurat
  • Cenderung mendengar sampai lengkap
  • Langsung menuju sasaran
Sekolah & Karir  (Sensing)
SEKOLAH :KARIR :
kedokteran, keuangan, perbankan, jasa, sejarah, bahasa, administrasi, komputer, kesekretariatan, perpustakaan, kemiliteran, jurnalistik, ketatausahaan, perhotelan, perdagangan, pertanian, kehutanan, biologi, olahraga, keartisan, manufacturing,  pilot, pramugari, fotografi, performance, pelayaran, salesmanship, animasi, dlldokter, bankir, sejarawan, administratur, birokrat, operator, sekretaris, polisi, tentara, wartawan, pegawai swasta, pedagang, agribisnisman,  peneliti, atlit, penyanyi, aktor/aktris, staf umum,  pekerja pabrik, security, pilot/driver, pramugari, pelukis naturalis, fotografer, cameraman, presenter, model, penari, peladang, petani, peternak, pelaut, salesman, animator, pekerja lapangan dalam berbagai sektor.
Ciri kepribadian  (Si)  :
Kepribadian yang penuh dengan ambisi namun mudah patah, seperti barang getas.  Mesti didekati dengan rendah hati. Kepribadian yang sepertinya sukar ditaklukkan dan selalu ingin bersaing dengan orang lain namun pada saat yang sama menjadi pribadi yang penurut.  Semua orang dijadikan sebagai sparring namun berjiwa pesiar yang senang jalan-jalan.  Dan sepertinya tanpa sadar teman perjalanannya diposisikan sebagai pesaing.  Sebenarnya jenis ini sangat pandai menyelesaikan problematika sayangnya orangnya cepat berubah dan mudah gelisah. Kehebatan utamanya adalah kemampuannya untuk merangkum, cuma saja lucunya terkadang ia ‘blank’ atau kosong.  Ada masa-masa dimana ia seperti kosong menatap benda tanpa makna. Memiliki kemampuan untuk mengenali benda-benda fisik yang nyata disamping anehnya ia memiliki kemampuan telepatis pada hal yang tidak nyata.  Sangat berbakat untuk menjadi aktor atau aktris karena kemampuannya untuk unjuk kebolehan, dan seringkali tanpa sadar ia sedang menghalalkan segala macam cara untuk unjuk kebolehannya tadi. Wah orang tipe ini uletnya bukan main, tapi aduh bawelnya minta ampun.

Thinking Introvert

Thinking Introvert  (Ti)
Dalam keseharian profil orang T, sebagai berikut
  • Lebih menggunakan pikiran
  • Memecahkan masalah secara logis
  • ‘Though minded’
  • Menggunakan hubungan sebab akibat
  • Melakukan analisa tanpa mempertimbangkan pribadi
  • Menghargai sesuatu yang masuk akal
  • Adil, keputusannya didasarkan pada kriteria yang obyektif
  • Dingin, menjaga jarak dengan orang lain
  • Tampak seperti tidak peka
  • Berargumen dan berdebat sebagai panggilan kritis
  • Jarang  bertanya bila waktu tidak memungkinkan
  • Menunjukkan data
  • Memberikan pujian yang formal
  • Memiliki ketegasan menuntut hak
  • Menggunakan bahasa yang tidak pribadi
  • Percaya diri mengatasnamakan diri sendiri
  • Lebih kritis membenahi pekerjaan
  • Lebih seperti sikap pria (peluangnya 65%)
Sekolah & Karir  (Thinking)
SEKOLAH :KARIR :
teknik, ekonomi, matematika, sains, statistika, manajemen, pendidikan, penelitian, elektronika, mesin, manufacturing,  pabrik, produksi, transportasi, perminyakan, pengeboran, pertambangan, sistem korporasi, property, computer programming, kedokteran, dllinsinyur, ekonom, dosen, peneliti, fisikawan,  kimiawan, konsultan managemen, manager, dosen/guru, teknokrat, birokrat, produsen pabrik, quality control, ahli strategi, pelatih bola, pembuat kebijakan, system analyst, ahli rekayasa, developer, programmer, dokter/preskriptor dll
Ciri kepribadian  (Ti)  :
Kepribadian jenis ini dipenuhi dengan logika.  Apa-apa dilogikakan. Tetapi anehnya makhluk yang paling logis ini secara tanpa sadar jika sudah sampai pada titik tidak mampu menjangkau logikanya mereka malah kemudian bergantung pada  faktor x, mengharapkan sejenis keberuntungan.  Dalam hal mengelola mereka hebat namun menggunakan cara yang menghindari konflik karena jauh di lubuk hatinya mereka sebenarnya penakut. Meski mereka begitu mandiri namun ketakutannya diantisipasi dengan penampilan yang seolah-olah mau “ganti wajah”.  Mereka pandai melakukan ‘masking’. Mereka sebenarnya memiliki kepribadian yang agresif  namun pada saat yang sama seperti orang menyusui yang ingin diistimewakan. Di balik hitam-putihnya kehidupan sehari-hari mereka terdapat misteri pribadinya yang tak terungkap. Terlihat sangat egois entah untuk apa karena mereka sebenarnya tidak bermaksud ingin memiliki semuanya, hanya secukupnya.  Orangnya begitu sederhana apa adanya. Letak kehebatannya pada kejeliannya seolah-olah mereka tidak kenal lelah, sayangnya kejelian itu tidak dibarengi dengan pemahaman atas kontekstualitas gambar besarnya.  Mereka mesin profit yang mahir namun sering terjebak oleh hal-hal sepele.



Intuiting Extrovert

Intuiting Extrovert  (Ie)
Dalam keseharian profil orang I, sebagai berikut
  • Perhatiannya pada gambaran umum
  • Mengolah informasi berdasarkan intuisi
  • Lebih berminat pada pemahaman imaginatif
  • Abstrak dan teoritis
  • Melihat pola & makna
  • Orientasi pada masa depan
  • Mulai dari mana saja
  • Menyukai kemungkinan untuk berdaya cipta
  • Mengandalkan inpirasi
  • Pola bicara beragam, menggunakan banyak kalimat perbandingan
  • Memiliki pikiran yang berputar namun terpola
  • Figuratif, menggunakan analogi dan metafora
  • Menggunakan bahasa untuk mengekspresikan diri sendiri
  • Memberi ruang, alternatif, dan tidak cepak menyimpulkan
  • Tertarik pada pekerjaan yang melibatkan  kreatifitas
  • Menyukai cerita fiksi
  • Berbicara hanya hal-hal besar dan strategis
  • Memiliki visi ke depan
  • Cenderung untuk menyelesaikan kalimat orang lain
  • Tampak intelek atau berkelas
Sekolah & Karir  (Intuiting)
SEKOLAH :KARIR :
kewirausahaan, disain, aneka seni, perfileman, fisika quantum,  reengineering,  proyeksi, peramalan, future trading, investasi, filsafat, perancang pendidikan,  dllpengusaha, produsen, disainer, ahli kreatif berbagai bidang, periklanan, marketing,  grafis, arsitektur, penemu keilmuan, sutradara, pencipta lagu, seniman, pelukis abstrak, pesulap, peramal, pialang saham, investor, filosof,  pakar pembelajaran/ pemodul, event organizer, dll
Ciri kepribadian  (Ie)  :
Kepribadian layaknya seorang detektif.  Menemukan mana rangkaian peristiwa yang terputus dan mereka pandai merangkainya secara imaginer.  Sebagai seorang detektif, oleh karenanya mereka tidak mau terlalu jauh berkenalan dengan orang lain.  Cukup sebatas kenal saja, karena mereka takut terbebani dengan hubungan yang lebih mendalam. Mereka memberikan standar yang tinggi bagi dirinya untuk menjalani misi pribadinya meskipun kerap kali di beberapa area masih ada bolong-bolong kurang seksama penanganannya.  Kepribadiannya aktif  dan tidak ketinggalan jaman, meskipun juga terkadang mereka kerap kali lari dari dunia realitas dan menjadi orang yang asketis. Kehebatannya adalah kepada penjelajahan intuisinya dan ruang kreativitasnya yang begitu luas, namun tetaplah mereka bukan manusia langka yang terpisah.  Mereka juga memerlukan pesta pelampiasan dengan berhura-hura bersama teman-teman semisinya.  Cara kerjanya seperti seorang assembler ide. Ide-ide besar mereka rangkai dengan idenya sendiri untuk menjadi sesuatu yang lebih berguna.  Sayangnya kepribadian sang assembler ide ini tergantung dengan orang lain, kurang mandiri. Sebenarnya mereka bukanlah orang yang minderan tetapi mereka perlu mendapatkan pengesahan dari orang lain.  Jika sudah menjalankan mesinnya untuk mengejar misi, mereka mampu hidup terasing berpisah dari entitasnya sendiri. Pemikirannya sistemik, walaupun secara pribadi mereka mengabaikan orang lain.  Sungguh pandai membuat alligning masalah ataupun program namun pada saat yang sama tidak betah berlama-lama dalam status quo.  Mereka selalu menghendaki perubahan. Senantiasa berubah.

Feeling Extrovert

Feeling Extrovert  (Fe)
Dalam keseharian profil orang F, sebagai berikut
  • Lebih menggunakan perasaan
  • Ingin menyenangkan orang lain
  • Mencari keharmonisan
  • Ingin selalu memimpin
  • Petimbangannya berdasarkan kasih sayang
  • Menghargai perasaan orang lain
  • Mengambil keputusan dengan mempertimbangkan akibatnya terhadap orang lain
  • Hangat dan ramah kepada orang lain
  • Pandai berempati
  • Bekerjasama di komunitas sosial yang baik
  • Menghindari argumen, konflik dan konfrontasi
  • Perasaan mereka mudah sakit dan dendam
  • Memulai dengan pembicaraan kecil
  • Bertanya jika memungkinkan
  • Mampu menunjukkan kekaguman dan emosional
  • Kurang memiliki ketegasan menuntut hak
  • Menggunakan banyak kata-kata berharga
  • Sering menggunakan nama orang lain
  • Lebih seperti sikap wanita (peluangnya 65%)
Sekolah & Karir  (Feeling)
SEKOLAH :KARIR :
komunikasi,  public speaking, psikologi, psikiatrik, administrasi negara, politik, hukum, budaya, hubungan internasional, kehumasan, salesmanship,  seni, dllpolitisi, trainer/inspirator, motivator, psikolog, psikiater, counselor,  ideolog, negarawan, personalia, lawyer, budayawan, diplomat, humas, salesman, seniman,  dll
Ciri kepribadian  (Fe)  :
Kepribadian ini adalah kepribadian ‘sponge’, semua pembicaraan orang diserap mentah-mentah.  Mereka seperti pendengar yang baik, namun sebenarnya mereka tidak mau dibantah.  Meski secara fisik mereka terlihat berdialog dan mendengar pembicaraan, sebenarnya mereka ‘keras-hati’ dengan kemauannya. Artinya di dalam hatinya sesungguhnya mereka anti dialog.  Mereka memiliki mata yang kuat sayangnya mata lebih banyak digunakan untuk konsumtif dan malas berfikir. Mereka memiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang lain meskipun terkadang abai terhadap satu persatu persoalan orang lain.  Selalu memiliki misi pribadi namun terlalu cepat menyerah ketika menghadapi halangan.  Gagal di satu tempat segera mereka membuat misi baru, sehingga terkesan angin-anginan.  Hal yang paling hebat pada mereka adalah mendapatkan karunia ilmu laduni  ketika diri mereka sedang bersih.  Ilmu laduni inilah yang lambat laun menjadikannya sebagai begawan ilmu tertentu.  Namun jika diri mereka tidak pernah bersih, mereka terjebak menjadi  penyalur nafsunya.  Meskipun mereka mudah mendapatkan ilmu laduni, bukan berarti mudah bagi mereka untuk berhubungan dengan Tuhannya.  Justru mereka susah khusyuk dalam beribadah.  Perhatian mereka mudah terpecah. Kepribadian mereka cengeng, lebih mudah menangis, namun sebenarnya mereka tahan banting.  Memiliki kepasrahan yang tinggi kepada Tuhannya, karenanyalah mereka seringkali menjadi penyembuh, penyadar, atau pencuci dosa. Meskipun mereka malas berpikir biasanya secara given diberi kepala yang lebih besar sehingga sumberdayanya cukup baik. Termasuk orang pintar.  Kelemahannya adalah kurang percaya diri dengan ilmu-ilmunya yang kurang logis atau bukan dari hasil karya ‘peras otak’ sendiri, makanya mereka paling senang menyebut  ‘kata orang’.



Insting

Insting  (In)
Dalam keseharian profil orang I, sebagai berikut
  • Bereaksi secara spontan
  • Mengolah informasi menggunakan naluri
  • Lebih berminat memberikan kontribusi
  • Pragmatis namun memiliki insight
  • Mengingat hal-hal yang berkesan
  • Orientasi pada mencari kebahagiaan
  • Menyerap informasi secara generalis
  • Menyukai kesempatan untuk berperan serta
  • Mengandalkan pertimbangan holistik
  • Pola bicara yang pendek, ya dan tidak
  • Pikiran sederhana, polos, dan tidak aneh-aneh
  • Berpikir spontan dan ad hock
  • Menggunakan interaksi impersonal
  • Keterampilan serba-bisa
  • Menyukai pekerjaan sosiap menolong orang
  • Tidak suka konflik
  • Traumatik dengan kejadian yang menyakitkan
  • Mudah beradaptasi
  • Menjadi hub penghubung untuk mendamaikan
  • Sangat to the point
Sekolah & Karir  (Insting)
SEKOLAH :KARIR :
agama, jasa kemanusiaan, musik, culinery, perhotelan, jurnalistik, pengetahuan umum, performance,  ilmu/keahlian yang perlu naluri,  ilmu charity, dllspiritualis, pelayan masyarakat, mediator, aktivis, LSM, artis/pemusik serba-bisa, chef,  tangan kanan untuk semua posisi dan semua industri,  wartawan, kolumnis,  generalis, presenter serba-bisa, penjaga gawang bernaluri,  penggiat kemanusiaan, dll
Ciri kepribadian  (In)  :
Kepribadian ini jenis calon spiritualis yang hebat.  Otak reptilia yang dimilikinya membuat mereka seperti galak dan temperamental.  Namun Tuhan memasukkan otak spiritual ke golongan ini. Kondisi keseharian meraka berada diantara rentang kebinatangan dan kespiritualan yang tinggi. Setiap hari selalu terjadi tarik menarik. Mereka memiliki naluri yang tajam, pandai meramal dan kemampuan spekulasinya tinggi. Nalurinya yang tajam diantaranya jika pasangan hidupnya berselingkuh mereka dapat mencium bau perselingkuhan itu.  Hal yang mengganggu ketajaman nalurinya adalah karena mereka peragu dan tidak punya prinsip.  Mudah didikte oleh pengaruh luar yang kuat. Isi kepalanya yang lengkap telah mencetak mereka menjadi seorang generalis.  Bukan hanya itu, bahkan mereka memiliki kemampuan ensiklopedik yang baik.  Dirinya mudah melakukan kasyaf dalam beribadah karena kehadiran otak spiritualnya. Mereka merasa sangat risih bilamana terjadi kisruh dalam kehidupannya.  Mereka pencari kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian. Cara berpikirnya pendek.  Daripada konflik lebih bagus menghindar, tanpa harus berpikir dampak jangka panjang. Dalam mengambil langkah, menjalankan program, dan mengambil keputusan bisa sangat responsif, cepat, dan selalu keluar solusi ad hock. Reaksinya yang spontan sedikit terganggu oleh bawaan dirinya yang lamban.  Mereka  jujur dan polos, namun mudah terganggu oleh keadaan sekitarnya. Kemurnian diri mereka membuat terlihat bijak, namun mengarungi realitas kehidupan yang menanjak mereka cepat jatuh pasrah. Kemampuan mereka lengkap namun tidak tuntas pengunaannya.



ILMU RUMUSAN SIDIK JARI


SEJARAH DAKTILOPSKI
SEJAK RIBUAN TAHUN SEBELUM MASEHI KESADARAN MANUSIA SUDAH MENGENAL ADANYA GARIS PAPILAIR PADA JARI. HAL INI TERBUKTI ADANYA PENINGGALAN SEJARAH KERAJAA NINIVE DI BABILONIA, YAITU ORANG INDIAN TENTANG UKIRAN KASAR BENTUK SIDIK JARI PADA GOA BATU DITEPI DANAU KEJIMKCIJIK NOVA SCOVIA ( DI TELUK MEXICO )
PADA ABAD VII ( 650 M ) DI CHINA PENGGUNAAN SIDIK JARI SUDAH DIWAJIBKAN DENGAN  UNDANG UNDANG UNTUK DICANTUMKAN DALAM DOKUMEN PERCERAIAN, SURAT JUAL  BELI DENGAN MEMBUBUHKAN SIDIK JARI
PENGAMATAN PARA ILMUWAN
TH 1686 PROF. MARCELLO MALPIGHI, DI UNIV. BOLOGNA MELIHAT ADANYA GARIS-GARIS BENTUK : SPIRAL DAN LOOP
TH 1823 PROF. JOHANES E PURKINYE, DI UNIV. BRESLAU : GOLONGKAN GARIS – GARIS PAPIL MENJADI 9 ( SEMBILAN ) JENIS.
TH 1864 Dr. HIHEMIAH GREW, MENGAMATI GARIS – GARIS PADA UJUNG JARI DENGAN GUN MIKROSKOP.
TH 1903 DI PENJARA LEAVAN WORTH KANSAS, DITEMUKAN KESAMAAN DATA AN TROPOMETRY, POTRET WAJAH DARI 2 ORANG NEGRO BERNAMA WILL WEST DAN WILLIAN WEST TETAPI SIDIK JARI BERBEDA

BEBERAPA PENDAPAT YANG TUNJUKAN KETIDSAMAAN / TIDAK BERUBAHNYA SIDIK JARI
Mr. H,A, ASQUITH, SEORANG AHLI STATISTIC DI AMERIKA SERIKAT TERJADINYA KESAMAAN DETAIL ANTARA SATU SIDIK JARI DENGAN YANG LAIN ADALAH 1 ORANG DALAM 54 MILYARD, KALAU DIHITUNG DENGAN UKURAN WAKTU TERJADINYA 2.660.337 ABAD.
WILLIAM JENINGS, ANGGOTA FRANKLIN INSTITUTE PHILADELPIA, MENGAMBIL SIDIK JARINYA SENDIRI PADA UMUR 27 TH (1887) KEMUDIAN BANDINGKAN DENGAN SIDIK JARI SETELAH UMUR 77 TH TERNYATA TRDK TRJD PERUBAHAN
SURAT KABAR LONDON NEW OF THE WORLD TH 1937 MENYEDIAKAN HADIAH  $1000 BAGI MEREKA YANG MEMPUNYAI SIDIK JARI SAMA DENGAN SIDIK JARI YANG DISAYEMBARAKAN.
TH 1958, SIR WILLIAM JAMES HERSOHEL, SEORANG PEMBESAR INGGRIS DI BENGAL ( INDIAN ) MEMPERGUNAKAN SIDIK JARI JEMPOL YANG DITERAPKAN UNTUK IDENTIFIKASI SEORANG TERHUKUM .
TH 1892, SIR FRANCIS GALTON MENULIS BUKU FINGERPRINS  DENGAN MENGATAKAN BAHWA SIDIK JARI TIDAK SAMA DAN TIDAK BERUBAH SEMASA HIDUP DAN DAPAT DIRUMUS.
TH.1901 SEJAK DITEMUKAN ILMU DAKTILOPSKI , MAKA SISTEM ANTHROMETRY YANG DICIPTAKAN OLEH ALPONSE BERTILION (TH 1860) TIDAK DIGUNAKAN DALAM KEPOLISIAN KARENA MEMPUNYAI BEBERAPA KELEMAHAN YAKNI SELAIN BISA TERJADI KESALAHAN PENGUKURAN JUGA TIDAK TEPAT DITERAPKAN TERHADAP ORANG YANG BELUM DEWASA DAN ADMINISTRASINYA SANGAT RUMIT.
TH 1901, SIR EDWARD RICHARD HENRY KEMBANGKAN SISTEM GALTON MENJADI GALTON-HENRY .
TH 1914 SISTEM GALTON HENRY MULAI DIKEMBANGKAN DI INDONESIA
TH 1960, SISTEM INI RESMI DIGUNAKAN OLEH POLRI

PENGERTIAN DAKTILOSKOPI
BERASAL DARI BAHASA YUNANI :
DACTILOS —–>>                JARI JEMARI / GARIS-GARIS JARI
SCOPEEN —–>>                MENGAMATI / MENELITI
“ MENGAMATI SIDIK JARI KHUSUSNYA GARIS-GARIS TERDAPAT PADA RUAS UJUNG JARI BAIK TANGAN MAUPUN KAKI ATAU ILMU YANG MEMPELAJARI SIDIK JARI UNTUK KEPERLUAN PENGENALAN KEMBALI IDENTIFIKASI ORANG.”

IDENTIFIKASI :
USAHA UNTUK MENGENAL KEMBALI SESUATU BAIK BENDA, MANUSIA MAUPUN HEWAN.
BEBERAPA ISTILAH DALAM SIDIK JARI
FOKUS POINT.
DELTA    (OUTER TERMIUS) TITIK FOKUS LUAR
CORE     (INTER MINUS) TITIK FOKUS DALAM

TYPE LINNES ( GARIS POKOK LUKISAN )

DUA GARIS SIDIK JARI YANG LETAKNYA PALING DALAM PADA PERMULAANNYA BERJALAN SEJAJAR, KEMUDIAN BERSAMA-SAMA MEMISAH, MEMELUK ATAU AKAN MEMELUK GARIS POKOK LUKISAN SIDIK JARI.

PATERN AREA ( POKOK LUKISAN ).

DAERAH / RUANGAN PUTIH YANG DIKELILINGI OLEH GARIS TIPE LINES UNTUK TEMPAT LUKISAN GARIS SIDIK JARI YANG DIPERLUKAN GUNA PERUMUSAN ( TERUTAMA PADA GOLONGAN LOOP DAN WHORL )
DELTA.
TITIK / GARIS YANG TERDAPAT PADA PUSAT PERPISAHAN GARIS TIPE LINNES
CORE.
SUATU TITIK TENGAH YANG TERDAPAT / TERLETAK PADA GARIS SIDIK JARI LOOP YANG TERDALAM DAN TERJAUH DARI DELTA.

APENDAGE ( GARIS SAMBUNGAN )
GARIS YANG MERUSAK GARIS SIDIK JARI BILA APPENDAGE TERSEBUT MENEMPATI ATAU BERADA DI SUATU GARIS SIDIK JARI, MAKA GARIS YANG DITEMPATI ITU SPOI ( MATI )

INTER LOCKING LOOP.

DUA GARIS LOOP YANG TERDALAM YANG SALING MEMASUKI / MEMOTONG SATU SAMA LAIN.


Selengkapnya kunjungi


Artikel Terkait:

Read more at http://lenterablogger.blogspot.com/2012/05/cara-buat-artikel-terkait-scroll-bar.html#O8DI5OjM5JsWXsFK.99

Tidak ada komentar:

Posting Komentar