Sabtu, 14 Juli 2012

PENYEMBUHAN DENGAN TENAGA PRANA (EPISODE 2)

Apa itu prana?


 Prana adalah energi vital atau daya hidup yang memelihara dan memberikan kehidupan bagi seluruh alam semesta termasuk pada kehidupan dan kesehatan tubuh manusia. Prana adalah istilah Sansekerta, akan tetapi konsep mengenai energi vital adalah universal. Masyarakat Cina menamakannya ch’I, orang-orang Jepang menyebutnya ki, dalam bahasa Yunani disebut pneuma, didaerah Polynesia mana dan dalam bahasa Ibrani ruah, yang berarti “nafas kehidupan”. Sumber prana sangat berlimpah diseluruh dunia. Ini adalah kekuatan hidup untuk manusia, tumbuhan, hewan dan ciptaan lainnya dalam planet bumi. 

Prana adalah istilah sansekerta yang berarti energi vital atau daya hidup yang memberikan kehidupan bagi seluruh alam semesta termasuk kehidupan manusia.Prana adalah universal. Di China disebut ‘Chi’, di Jepang ‘Ki’, di Yunani ‘Pneuma’, di Polynesia ‘Mana’, dan dalam bahasa Ibrani disebut dengan ‘Ruah’ yang kesemuanya mempunyai arti yang sama yaitu ‘Nafas Kehidupan’. Energi Prana tersedia sangat berlimpah dimuka bumi ini, sumbernya antara lain di udara, bumi dan matahari. 

Sumber-sumber prana :  

1. matahari –
 prana matahari adalah prana yang berasal dari sinar matahari. Prana ini menyegarkan seluruh tubuh dan memberikan kesehatan yang baik. Prana ini bisa kita peroleh dengan menyerap cahaya atau berjemur disinar matahari (sunbathing) dan meminum air putih yang telah dijemur di sinar matahari. Tidak disarankan untuk berjemur terlalu lama, karena prana matahari sangat kuat, jika terlalu banyak akan berbahaya bagi tubuh. 

2. udara –
 prana yang terkandung didalam udara disebut prana udara atau butir-butir vitalitas udara. Prana udara diserap paru-paru dengan bernafas. Dengan bernafas dalam, perlahan, dan berirama, akan lebih banyak prana udara yang terserap daripada dengan bernafas pendek, tidak dalam. 

3. bumi – 
 prana yang terkandung didalam bumi dinamakan prana bumi atau butir-butir vitalitas bumi. Prana ini diserap melalui telapak kaki. Berjalan tanpa alas kaki akan memperbanyak prana bumi yang terserap tubuh. 

4. pohon –
 beberapa pohon tertentu (seperti pohon pinus atau pohon raksasa yang subur dan sudah tua) memancarkan sebagian besar kelebihan prananya. Pohon-pohon dan tanaman memperoleh prana dari matahari, udara, tanah dan air. Orang sakit dan orang yang lelah, akan sangat terbantu apabila mereka berbaring atau beristirahat dibawah pohon-pohon tersebut. 

5. makanan –
 banyak prana yang berasal dari buah-buahan dan sayur-sayuran segar. 

6. air – 
air jmenyerap prana dari matahari, udara, dan juga dari tanah dimana air itu mengalir seperti sungai kecil, sungai besar dan muara. 

Lingkungan hidup dan prana 

Ada beberapa daerah dan tempat yang mengandung lebih banyak prana dari pada tempat lainnya. Sebagai contoh beberapa tempat ibadah seperti mesjid, gereja, kuil, dan tempat ibadah lainnya mempunyai prana yang lebih baik dibandingkan tempat lain. Gunung-gunung, bukit dan tempat-tempat yang terbentuk oleh alam, juga mengandung prana lebih banyak dari tempat yang lain. Beberapa tempat yang berenergi tinggi tersebut cenderung mejadi tempat penyembuhan. 
Sebaliknya, ada juga beberapa tempat yang mengandung prana kotor seperti pabrik-pabrik yang banyak polusi, persemayaman jenazah (funeral homes), kuburan dan rumah sakit. Disarankan untuk menghindari tempat-tempat tersebut apalagi anak-anak. 

Oleh karena itu, adalah sangat baik bila memiliki rumah dan lingkungan yang bersih supaya prana disekitar anda selalu banyak dan segar. 
Selama dalam kondisi musim yang buruk, banyak orang sakit bukan saja karena perubahan suhu tetapi juga disebabkan oleh menurunnya prana matahari dan prana udara. Sehingga, banyak orang yang merasa loyo secara fisik dan mental atau cepat kena penyakit menular. 
Lebih banyak prana jika siang hari dibandingkan malam hari. Prana akan menyentuh titik terendah sekitar pukul  3:00 atau 4:00 dini hari dan mulai naik kembali sekitar pukul 5:00 pagi hingga tengah hari, setelah itu prana mulai turun lagi. 

Manusia dan prana 

Seseorang yang mempunyai banyak prana cenderung membuat orang-orang disekitar mereka merasa lebih baik dan bergairah. Sebaliknya, seseorang yang kekurangan prana cenderung tanpa sadar menyerap prana dari seseorang atau orang-orang lain. 
Latihan-latihan fisik seperti olahraga, dansa, jalan kaki, berenang, atau naik guung mempermudah penyebaran prana keseluruh tubuh dan mempercepat pengolahan prana segar maupun pembuangan prana kotor atau prana yang sudah terpakai. 

Apa itu penyembuhan prana? 

Penyembuhan prana dalah ilmu dan seni penyembuhan kuno yang menggunakan prana atau ki atau energi vital untuk menyembuhkan tubuh seutuhnya. Seorang penyembuh prana mengetahui dengan sadar  bagaimana caranya memperoleh prana dari lingkungan dan kemudian memproyeksikan memindahkannya kepada pasien. Dengan cara ini, kekuatan dan vitalitas akan diperoleh kembali oleh pasien. 

Ada penyembuhan prana tingkat dasar dan penyembuhan prana tingkat lanjut. Penyembuhan prana tingkat dasar mudah dipelajari. Siapa saja asal berbadan sehat dengan iq normal, memiliki kemampuan normal untuk berkonsentrasi, memiliki pikiran yang terbuka tapi bisa membeda-bedakan, ketekunan yang cukup, bisa belajar penyembuhan prana dalam waktu singkat. Norma-norma dasar dan cara-caranya bias dipelajari dalam beberapa kursus saja. 

Penyembuhan prana tingkat lanjut hanya untuk orang-orang yang sudah mempraktekkan penyembuhan prana tingkat dasar untuk beberapa waktu. 
Tubuh energi atau tubuh bioplasmik 
Tubuh manusia terdiri dar dua bagian. Tubuh fisik yang kelihatan dan tubuh energi atau tubuh bioplasmik yang tidak kelihatan. Tubuh fisik adalah bagian tubuh yang dapat kita lihat, sentuh dan kita kenal. Tubuh bioplasmik adalah energi berkilauan tak kelihatan yang membungkus dan saling menyelami dengan tubuh fisik yang kelihatan. Prana bekerja melalui tubuh bioplasmik, memelihara tubuh dengan hidup dan kesehatan. Istlah bioplasmik berasal dari kata bio, artinya hidup dan plasma atau uap (gas) yang terpadatkan. 

Bagian dari tubuh bioplasmik 

Aura dalam. Ini adalah lapangan energi terang dan bermacam-macam warna yang mengikuti kontur bentuk fisik tubuh. Orang normal dan sehat mempunya aura dengan jarak kira-kira 10-13 cm dari tubuhnya. Akan tetapi jarak tersebut akan berkurang hingga kira-kira 5 cm atau lebih jika orangnya tidak sehat. 

Aura kesehatan dan cahaya kesehatan. 

Dipermukaan tubuh fsik terdapat cahaya bioplasmik yang menonjol dengan posisi garis tegak lurus. Cahaya ini dinamakan cahaya kesehatan yang saling menyelami dengan aura dalam. Kumpula cahaya kesehatan ini disebut aura kesehatan. Jaraknya dari tubuh fisik sampai 60 cm dan berfungsi sebagai lapangan kekuatan pengamanan yang menjaga tubuh dari bakteri dan benda penyakit bioplasmik disekitarnya. Racun, sampah, bakteri dan benda bioplasmik dihancurkan oleh cahaya kesehatan terutama yang masuk melalui pori-pori kulit. Jika seseorang lemah, cahaya kesehatan akan layu dan menjadi kusut, maka seluruh tubuh gampang terserang penyakit. Penyembuhan bisa dilakukan dengan menguatkan dan merapikan cahaya kesehatan. 


Aura luar adalah lapangan energi berkilauan lainnya yang saling menyelami dengan aur dalam dan aura kesehatan yang biasanya berjarak 1 meter dari tubuh fisik. Warna aura ini dapat bermacam-macam dipengaruhi oleh keadaan fisik, perasaan dan mental seseorang. Pernah ditelusuri bahwa aura luar dari beberapa orang yang sakit mempunyai lubang dimana prana merembes keluar oleh karena itu, aura luar bsa disebut juga sebagai medan kekuatan yang menahan dan menjaga bocornya energi prana.

Pusat energi atau chakra. 

Chakra atau pusat energi berputar yang merupakan bagian sangat penting dalam tubuh bioplasmik. Garis tengah dari chakra-chakra mayor tersebut sekitar 8-10 cm dan berbentuk seperti roda yang berputar menurut jarum jam dan sebaliknya. Chakra-chakra tersebut berfungsi sebagai terminal energi tubuh. Bergerak menurut jarum jam sewaktu menyerap prana sehat dan bergerak berlawanan jarum jam ketika membuang prana sakit. Chakra-chakra itu memenuhi energi vital pada organ-organ utama dan organ-organ inti tubuh. Ada sebelas chakra utama dan beberapa chakra minor dan mini untuk penyaluran prana keseluruh tubuh. 
Sebelas chakra mayor : 

1. Chakra Dasar 

Chakra in terletak dibagian dasar punggung (spine) atau daerah ekor punggung(coxyx). Chakra dasar mengendalikan, memberikan energi, dan memperkuat seluruh tubuh fisik yang kelihatan, system susunan otot dan saraf, tulang punggung, produksi dan kualitas darah yang dihasilkan, kelenjar adrenal, jaringan urat (tissue) tubuh dan organ-organ dalam. Chakra dasar  ini mempengaruhi suhu dan kesegaran tubuh secara umum, juga pertumbuhan bayi dan anak-anak. Penyakit-penyakit seperti rematik, dan penyakit tulang, gangguan punggung, gangguan darah, kanker, kanker tulang, kanker darah, alergi, masalah pertumbuhan, kurang gairah, dan lambatnya kesembuhan luka dan patah tulang, disebabkan oleh ketidakberesan fungsi dari chakra tersebut. 

Orang-orang dengan chakra dasar yang sangat aktif, cenderung sehat dan kuat, sedangkan orang dengan chakra dasar kurang aktif cenderung rapuh dan lemah. Pada umumnya, orang-orang tua mempunyai chakra dasar yang menipis atau sangat menipis. Oleh karena itu, tubuh mereka menjadi lemah dan semakin mengecil, tulang punggung menjadi bengkok dan cenderung terserang penyakit rematik (arthritis). 
Chakra dasar layaknya akar dari suatu pohon. Jika akarnya tidak kuat, pohon tersebut lemah. Dan jika terlalu lemah, tubuh juga sangat lemah. Chakra dasar dikenal juga sebagai chakra akar. 

2. Chakra Seks. 

Chakra ini terdapat didaerah tulang panggul. Tugasnya mengendalikan dan menghidupkan organ-organ seks dan kandung kemih. Tidak berfungsinya chakra ini menimbulkan masalah seksual. Cjakra ajna, chakra tenggorokan, dan chakra dasar sangat berpengaruh terhadap chakra seks. Tidak berfungsinya chakra-cakra ini bisa berakibat tidak berfungsinyua chakra seks. 

3. Chakra Meng mein 

Chakra ini terletak dibelakang pusar. Ia berfungsi sebagai ‘terminal pompa’ dalam tulang punggung yang bertanggung jawab memberikan eneri-energi halus yang berasal dari cahkra dasar keatas. Ia mengendalikan dan memberikan energi pada kedua ginjal dan kelenjar andrenal. Ia juga mengendalikan tekanan darah. Chakra ini tidak boleh diberikan energi dan hanya boleh diobati oleh penyembuh prana berpengalaman atau yang sudah mahir. 

4. Chakra Pusar 

Chakra ini terdapat dipusar. Ia mengendalikan dan memberikan energi untuk usus kecil, usus besar, dan usus buntu. Ia mempengaruhi vitalitas umum seseorang. Tidak berfungsinya chakra pusar ini bisa mengakibatkan sembelit, usus buntu (appendicitis), kesulitan bersalin, vitalitas rendah, dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan usus. 

5. Chakra Limpa 

Chakra limpa depan terletak dibagian kiri perut antara chakra solar plexus dan chakra pusar. Tempatnya dibagian tengah rusuk dasar kiri dan merupakan tempat masuk utama prana udara atau butir-butir vitalitas udara. Ia memberikan energi kepada chakra-chakra mayor dan keseluruh tubuh dengan mendistribusikan prana yang sudah dicerna. Chakra limpa belakang terletak dibelakang chakra depan dan keduanya mempunyai fungsi yang sama. Chakra ini juga tidak boleh diberi energi dan hanya boleh diobati oleh penyembuh prana berpengalaman atau yang sudah mahir. 

6. Chakra Solar Plexus 

Chakra solar plexus depan terletak didaerah ulu hati atau didalam rongga antara rusuk bawah dan tulang dada. Chakra solar plexus belakang terletak dibelakang dan bertolak belakang dengan chakra solar plexus depan. Kedua chakra ini mengendalikan dan memberikan energi kepada diagfragma, pancreas, hati, lambung dan sampai kepada batas tertentu kepada usus halus, usus buntu, paru-paru, jatung, dan bagian-bagian tubuh lainnya. Chakra tersebut juga mempengaruhi kualitas darah karena ia mengendalikan dan memberikan energi pada hati yang membersihkan racun dari darah. Chakra solar plexus juga mengendalikan suhu badan. Tidak berfungsinya chakra ini cenderung mengakibatkan kencing manis, tukak lambung, penyakit hati, penyakit jantung, dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan organ-organ yang disebutkan diatas. 

7. Chakra Jantung 

Chakra jantung depan terletak ditengah-tengah dada. Ia mengenadalikan dan memberikan energi kepada jantung, kelenjar timus, dan system peredaran darah. Chakra solar plexus sangat peka terhadap emosi, ketegangan, stress, dan mempunyai pengaruh terhadap fisik jantung dan juga pada chakra jantung. Tidak berfungsinya chakra solar plexus bisa menyebabkan chakra jantung dan fisik jantung tidak berfungsi. Pasien-pasien yang chakra solar plexusnya tidak beres, biasanya menderita penyakit jantung. 

Chakra jantung belakang terletak dibagian belakang jantung. Fungsi utamanya adalah mengendalikan dan memberikan energi kepada paru-paru, jantung, kelenjar timus. Tidak berfungsinya chakra jantung belakang ini cenderung menyebabkan penyakit paru-paru seperti asma, tbc dan lain-lain. 

8. Chakra Tenggorokan 

Chakra ini terletak ditengah-tengah tenggorokan. Ia mengendalikan dan memberikan energi kepada tenggorokan, kelenjar gondok (thyroid), dan pada system getah bening (lymphatic system). Pada batas tertentu chakra ini juga mempengaruhi chakra seks. Tidak berfungsinya chakra tenggorokan ini cenderung menyebabkan penyakit tenggorokan seperti gondok (goiter), gangguan tenggorokan, hilang suara, asma, dan lain-lain. 

9. Chakra Ajna 

Chakra ini terletak antara kedua alis mata. Ia mengendalikan dan memberikan energi pada kelenjar dibawah otak, kelenjar endokrin, dan pada tingkat tertentu membagikan gizi pada otak. Chakra ini disebut juga chakra master/ induk, karena ia memerintahkan dan mengendalikan chakra-chakra mayor lainnya, kelenjar-kelenjar endokrin, dan organ vital terkait. Ia juga mempengaruhi mata, hidung. Memberikan energi pada chakra ini berarti memberikan energi pada seluruh badan. 

10. Chakra Dahi. 

Chakra ini terletak ditengah-tengah dahi. Ia mengendalika dan memberikan enrgi pada kelenjar pineal serta system saraf. Tidak berfungsinya chakra dahi cenderung menyebabkan penyakit hilang ingatan, kelumpuhan, dan sakit ayan. Pemberian energi pada chakra ini seperti juga pada chakra mahkota yang menyebabkan seluruh tubuh dialiri prana. 

11. Chakra Mahkota 

Chakra ini terletak diatas kepala tubuh. Ia mengendalikan dan memberikan energi pada kelenjar pineal, otak, dan seluruh tubuh. Chakra ini adalah salah satu titik utama dimana prana akan masuk. Pemberian energi pada chakra mahkota menyebabkan seluruh tubuh dialiri prana.

ޗ o��


SUMBER
http://wastoyo.blogspot.com/

Artikel Terkait:

Read more at http://lenterablogger.blogspot.com/2012/05/cara-buat-artikel-terkait-scroll-bar.html#O8DI5OjM5JsWXsFK.99

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar